Halaman

Minggu, 21 Juli 2024

Resume-24 Menulis Biografi (Senin, 15 Juli 2024-KBMN31)

 

Materi            : Menulis Biografi

Narasumber   : Lely Suryani, S.Pd. SD.

Moderator     : Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd.


Salam dan bahagia.

Kali ini kita akan kembali mendapatkan materi dari ibu Lely Suryani, S.Pd. SD. sebagai narasumber didampingi oleh  ibu Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Ibu Lely sang narasumber sudah tidak asing lagi bagi kita karena beliau sudah beberapa kali membersamai dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Materi yang dipaparkan pada kesempatan ini adalah "Menulis Biografi". Tidak hanya itu saja, beliau juga sekaligus memberikan penguatan mengenai kaitannya dengan "Dapodik".

Pertemuan ini berlangsung di Zoom Meet.

Menurut narasumber, menulis buku tentang biografi seorang tokoh lebih mudah dari pada menulis buku tentang puisi atau novel. Contohnya, narasumber baru saja meluncurkan semua buku biografi tentang Om Jay, yang merupakan tokoh inspiratif bagi beliau dan merupakan tokoh penggiat literasi yang memiliki banyak kisah sukses  dan selalu secara konsisten menulis setiap hari.

Dalam penulisan buku biografi, yang dibutuhkan hanya komunikasi yang baik dan intens dengan tokoh yang akan kita tulis kisah hidupnya. Orang-orang terdekat si tokoh juga dapat menjadi sumber untuk kita gali sehingga kita dapat menambah lebih banyak informasi.


MENGENAL BUKU BIOGRAFI

Buku adalha jendela ilmu, alangkah baiknya membaca buku dijadikan sebagai makanan rutin agar selalu sehat wawasan. Untuk penulisan buku yang akan diterbitkan, minimal harus 150 lbr.

Buku biografi adalah karya sastra yang berisi tentang Riwayat hidup seseorang tokoh inspiratif. Kisah yang dituliskan adalah dari lahir, masalah sekolah, sampai masa puncak pencapaiannya saat buku dituliskan.

Genre/ Isi Buku

  • Fiksi

Cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi penulis, seperti novel, cerpen, puisi dan drama. Contohnya; laskar pelangi oleh Andrea Hirata, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck oleh Buya Hamka, dan Sajak-sajak Chairil Anwar oleh Chairil ANwar.

  • Non-Fiksi

Cerita yang berdasarkan fakta dan kenyataan, seperti biografi, sejarah, sains, dan buku self-help. Contohnya; Habis Gelap Terbitlah Terang oleh H.A Salim, Sapiens; Riwayat Singkat Umat Manusia oleh Yuval Noah Harari, dan Atomic Habits oleh James Clear.

Tujuan Menulis Biografi

  • Menyampaikan kisah inspiratif . (Biografi dapat menceritakan kisah hidup seseorang yang penuh dengan perjuangan dan pencapaian, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi orang lain).
  • Mencatat sejarah. (Biografi dapat mencatata sejarah hidup seseorang yang telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat).
  • Meningkatkan pemahaman. (Biografi dapat membantu kita memahami orang lain dengan lebih baik, termasuk motivasi, pemikiran, dan perasaannya).
  • Menyajikan informasi. (Biografi dapat menyajikan informasi tentang peristiwa sejarah, budaya, dan sosial).
Ciri-Ciri Buku Biografi

  • Menceritakan kisah hidup seseorang. (Buku biografi berfokus pada kisah hidup satu orang tertentu).
  • Ditulis oleh orang lain. (Buku biografi ditulis oleh orang lain, bukan oleh orang yang diceritakan kisahnya.
  • Berdasarkan fakta. (Buku biografi harus berdasarkan fakta dan informasi yang akurat).
  • Objektif. (Buku biografi harus ditulis secara objektif dan tidak memihak).
  • Menarik. (Buku biografi harus ditulis dengan cara yang menarik dan mudah dipahami).
Penulisan buku biografi ditulis dengan tidak bertele-tele. Berikut struktur dalam penulisan buku biografi.

Struktur Buku Biografi

  • Pendahuluan (berisi informasi tentang orang yang diceritakan kisahnya, seperti nama, tanggal lahir, dan latar belakang).
  • Tubuh buku (berisi cerita tentang kehidupan orang tersebut, dari masa kecil hingga saat ini).
  • Penutup (berisi kesimpulan tentang kehidupan orang tersebut dan warisannya).
Manfaat Buku Biografi

  • Meningkatkan pengetahuan (membaca buku biografi dapat membantu kita mengetahui lebih banyak tentang kehiduoan orang lain, termasuk perjuangan, pencapaian dan pemikiran mereka).
  • Mengembangkan motivasi (membaca buku biografi dapat memotivasi kita untuk mencapai tujuan kita sendiri).
  • Meningkatkan empati (membaca buku biografi dapat membantu kita utuk lebih memahami orang lain dan peresaan mereka).
  • Meningkatkan pengetahuan sejarah (membaca buku biografi dapat membantu kita untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan peristiwa penting).
  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis (membaca buku biografi dapat membantu kita mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis).
Setiap tokoh dalam buku biografi selalu diceritakan kisah perjuangannya hingga akhirnya berhasil menjadi tokoh yang mengisnpirasi.

Cara Menulis Buku Biografi

Berikut adalah langkah-langkah menulis buku biografi.

  • Penelitian Mendalam (mulailah denganmengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang tokoh yang akan ditulis. Ini bisa dilakukan dengan wawancara, membaca buku, artikel, dan sumber lain yang relevan).
  • Membuat Garis Besar (buatlah garis besar atau kerangka buku. Tentukan bab-bab utama dan sub-bab yang akan ditulis. Ini akan membantu untuk mengorganisir informasi dengan baik).
  • Menulis Pengantar (pengantar harus menarik perhatian pembaca dan memberikan gambaran umum tentang siapa tokoh tersebut dan mengapa mereka penting).
  • Menggali Pengalaman Penting (seperti disebutkan dalam konteks, gali pengalaman paing berkesan dari tokoh tersebut. Bagaimana perasaan mereka saat itu? Siapa saja yang terlibat? Bagian mana yang paling tidak terlupakan?).
  • Menggunakan Referensi (gunakan referensi dari buku cerita atau sumber lain yang relevan untuk memperkaya narasi. Misalnya, buku "Tunggu Aku" oleh Sofia Natali Zabua dan ilustrator Stephanie Valentine, atau buku oleh Nelfi Syafrina).
  • Menulis dengan Gaya Naratif (tulislah dengan gaya naratif yang menarik, seorah-olah menceritakan sebuah cerita. Gunakan detail-detail yang hidup untuk membuat pembaca merasa terlibat).
  • Revisi dan Edit (setelah selesai menulis, revisi dan edit tulisan kita. Pastikan tidak ada kesalahan tata bahasa dan informasi yang disajikan akurat).
  • Mendapatkan Umpan Balik (mintalah orang lain membaca dan memberikan umpan balik. Ini bisa membantu kita melihat kekurangan yang mungkin terlewatkan).
  • Bangun Komunikasi (dengan Tokoh dan orang-orang di sekeliling secara intensif dan berkelanjutan).

Yang utama dalam penulisan buku biografi adalah harus ada komunikasi, kolaborasi dengan tokoh dan orang-orang yang ada di sekelilingnya.


KARYA BUKU di DAPODIK

Menulis buku biografi adalah salah satu yang termudah untuk membuat karya buku di Dapodik.

Pengertian Dapodik

Dapodik adalah singkatan dari Data Pokok Pendidikan, yaitu sstem pendataan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ruset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia. SIstem ini digunakan untuk mengumpulkan data dasar dari satuan pendidikan (sekolah) di seluruh Indonesia, termasuk data murid, guru, dan fasilitas pendidikan. Data yang dikumpulkan melalui dapodik digunkan untuk berbagai keperluan, seperti perencanaan pendidikan, penyaluran bantuan, dan evaluasi program pendidikan.

Penting bagi guru untuk memasukkan karya-karyanya di dapodik, mintalah operator sekolah untuk membantu memasukkannya. Ini akan meningkatkan IPASN (Indeks pengembangan diri guru) di Indonesia. PMM dan SImpeg juga bisa menjadi tempat bagi kita mempublikasikan karya-karya kita.

Tata Urutan Memasukkan Karya Buku di Dapodik

  • Hubungi operator sekolah
  • Setelah masuk ke aplikasi Dapodik, kita klik pengaturan
  • Klik akses Tukar Pengguna
  • Masukkan kode khusus
  • Klik nama GTK yang dimaksud
  • Setelah masuk, klik GTK di sebelah kiri
  • Klik Nama GTK yang bersangkutan
  • Klik Menu UBAH
  • Scroll ke bawah DATA RINCI GTK
  • Cari MENU BUKU YANG DITULIS
Identitas Buku di Dapodik

Tulis identitas buku yang ditlis, meliputi :

  • Judul buku
  • Tahun terbit
  • Penerbit
  • Nomor ISBN/QRCBN
Buku Autobiografi

Autobiografi adalah buku yang menceritakan tentang kisah perjalanan hidupsi penulisnya dan  ditulis oleh penulisnya itu sendiri.

Sehingga, jelaslah bahwa buku biografi berbeda dengan buku autobiografi. Berikut contoh buk autobiografi.


Pesan penutup narasumber adalah "Semoga dapat menelurkan sebuah karya yang dapat bermanfaat bagi banyak orang".

Demikian materi yang diberikan oleh narasumber pada pertemuan ke-24 ini. Semoga semua ilmu yang telah dibagikan cuma-cuma oleh beliau ini dapat menambah wawasan sebagai penulis pemula dan menggerakkan kita untuk mulai menulis. 

(Sumber: Materi Narasumber, Ibu Lely Suryani, S.Pd. SD. dalam Kelas Belajar Menulis KBMN PGRI Gelombang 31)


Terima kasih.

Nancy Olivia, M.Pd

Sabtu, 20 Juli 2024

Resume-23 Mengatasi Writer's Block (Rabu, 10 Jui 2024-KBMN31)

 

Materi            : Mengatasi Writer's Block

Narasumber   : Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.

Moderator     : Edmu Yufizar Abdan Syakura, Gr., M.Pd.


Salam dan bahagia.

Bagi para penulis handal yang telah melahirkan banyak karya buku, kendala atau permasalahan-permasalahan dalam aktivitas menulis pasti pernah mereka alami. Apalagi bagi para penulis pemula, kegiatan menulisnya pun tidak selalu berjalan lancar tanpa kendala dan hambatan. Terkadang aktivitas menulis berjalan tersendat karena sang penulis tiba-tiba mengalami kekosongan ide di bab-bab akhir tulisannya. Kadang keinginan menulis ada tetapi tidak satupun ide muncul dalam benaknya. 

Ternyata, dari informasi flyer pertemuan ini, saya baru mengetahui bahwa hal-hal tersebut di atas merupakan virus yang dapat menular. Virus itu bernama "Writers Block". 

Narasumber pada pertemuan ke -23 ini yaitu ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. akan membahasnya. Pertanyaan virus apakah ini?, bagaimana cara menanggulanginya?, seperti apa ciri-cirinya?, dan bagaimana trik untuk menghindarinya?, semua akan dipaparkan oleh narasumber hebat yang akan didampingi oleh moderator yaitu Bapak Edmu Yufizar Abdan Syakura, Gr., M.Pd.. Sang narasumber adalah seorang guru hebat berprestasi yang berasal dari dari Subang, Jawa Barat, beliau juga merupakan alumni KBMN Angkatan 7.

Materi pertemuan ini penting dan harus disimak dengan baik, yaitu kita akan berkenalan dengan kendala-kendala atau virus menulis dan bagaimana agar kelak kita tahu masalah dan solusinya dalam dunia menulis.

Berikut adalah link profil sang narasumber hebat kali ini : https://s.id/cvdittawidyautami 

Narasumber membuka kegiatan dengan memberikan pertanyaan pemantik, "Pernahkah Ibu/Bapak menulis diary saat kecil/remaja?". Tentu saja saya menjawab pernah, begitu juga 15 orang lainnya. Sedangkan sisanya menjawab beragam. Kemudian, dilanjutkan pertanyaan kedua "Pernahkah Ibu/Bapak menerbitkan buku?". Untuk pertanyaan ini saya menjawab "belum pernah", sedangkan 17 lainnya menjawab "pernah untuk kategori buku antologi" dan beberapa sisanya menjawab pernah untuk kategori buku solo. Hebat sekali teman-teman saya di komunitas menulis ini. 

Berikut lebih lanjut isi pemaparan Narasumber.

"Menulis" adalah kata kerja. Oleh karena itu, menulis itu memang harus dilakukan agar ia menjadi bermakna. Namun, sebagaimana pengantar dalam flyer hari ini. Terkadang, kita berada di titik yang seolah kehilangan ide. Merasa bahwa produktivitas kita dalam menulis berkurang. Melambat.

Kalau sudah seperti itu jangan-jangan kita terserang WB nih, alias writer's block.

Meski istilah ini sudah muncul di tahun 1940-an (dikenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, psikoanalis Amerika), nyatanya banyak penulis masa kini yang juga masih terserang WB.

Secara sederhana WB bisa dimaknai sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya (Wikipedia).

Parahnya, tak hanya hitungan detik, menit atau jam, WB ini bisa melekat berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bisa jadi tahunan.

 Ibarat sedang sakit. Agar bisa diobati dengan tepat, maka harus dikenali dulu penyebabnya. WB yang menyerang seseorang faktornya bisa beragam. Sekarang mari kita analisis lagi bersama-sama.

Penyebab WB sangat sangat beragam. Beda penyebab tentu beda pula cara menanganinya. Berita bagusnya, jika kita sudah mampu menemukenali masalah yang menyebabkan kemungkinan terserang WB, maka sesungguhnya kita juga sudah memegang obatnya.

  • Bagi yang lelah fisik, misalnya, mungkin kita memilih rehat sejenak, healing terlebih dahulu, melakukan mindfullness, atau aktivitas lain yg bisa membantu lebih "segar" sehingga siap untuk kembali menulis.
  • Bagi yang belum ada ide, bisa jadi memilih pergi ke perpustakaan, membaca artikel/buku, atau melakukan hal lain yang bisa memancing ide menulis keluar.
  • Bagi yang merasa tulisan belum sempurna, bisa jadi meminta teman dekat untuk mengoreksi terlebih dahulu. Meminta masukan sehingga bisa melakukan revisi dan akhirnya menerbitkan tulisan.
  • Bagi yang sedang sibuk, mungkin akan mencari golden time-nya menulis dan meluangkan waktu walau sejenak untuk tetap menulis.
Cara mengatasi WB

  • Saat WB menyerang, kita bisa melihat sekeliling sejenak, fokus di satu benda, lalu menjadikannya sebuah tulisan.
  • Kita juga bisa sejenak bertanya pada diri, apa yang saat ini terjadi? Apa yang kita inginkan? Saat buntu tak tahu harus menulis apa, curhat saja dulu lewat tulisan.
  • Atau kita bisa kembali menajamkan indera kita, melihat hal-hal sederhana seperti jepit jemuran yang bisa jadi ada di setiap rumah namun ternyata bisa menjadi ide tulisan. 

Hal yang paling penting bagi kita sebagai penulis adalah ... niat.

Perlu untuk diingat

  • Saat memutuskan ingin menjadi penulis, sungguh kita harus sudah siap untuk konsisten (meluangkan waktu untuk menulis sesuai kesanggupan masing-masing).  
  • Siap untuk belajar dan dikritik (karena karya kita bisa jadi buah bibir orang lain, mendapat kritikan, masukan/saran dll yang mendorong kita untuk terus belajar dan belajar lagi ilmu kepenulisan dll). 
  • Menjadi penulis juga harus siap ditolak. Ditolak penerbit, ditolak panitia lomba/seleksi, ditolak redaksi, dll. 
  • Dan tentu saja, menjadi penulis harus siap untuk menjadi unik, karena tak kan ada Ahmad Tohari kedua. Tak kan ada Andrea Hirata kedua. Tak kan ada Omjay kedua. Masing-masing memiliki keunikan. Kita pun pasti punya.

Ibarat sangkar, kerangka tulisan akan menjaga ide-ide kita. Sehingga meski dijeda, selama kita sudah tuangkan garis besarnya, insya Allah tidak akan kesulitan saat memulainya lagi. 

Kenali penyebab WB yang menyerang kita. Maka kita akan tahu solusinya. 

Sebagai tindakan preventif, kita bisa meminta orang terdekat untuk membantu saat kita terserang WB.

Demikian materi yang diberikan oleh narasumber pada pertemuan ke-23 ini. Semoga semua ilmu yang telah dibagikan cuma-cuma oleh beliau ini dapat menambah wawasan sebagai penulis pemula dan menggerakkan kita untuk mulai menulis. 

(Sumber: Materi Narasumber, Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. dalam Kelas Belajar Menulis KBMN PGRI Gelombang 31)


Terima kasih.

Nancy Olivia, M.Pd 

Resume-22 Membuat Cover Buku yang Menarik (Senin, 8 Juli 2024-KBMN31)

 


Materi            : Membuat Cover Buku yang Menarik

Narasumber   : Fajar Tri Laksono, M.Pd

Moderator     : Helwiyah, S.Pd, MM.


Salam dan bahagia.

Teringat saat masih duduk di sekola dasar, berkunjung ke perpustakaan sekolah merupakan saat yang paling menyenangkan bagi saya dan teman-teman. Saat itu kami memilih buku yang akan kami baca adalah karena cover halaman depan buku yang menarik. Jarang sekali kami membaca judul buku lalu tertarik membacanya. Ya, itu hanya kebiasaan saya dan teman-teman saat itu. tentunya setiap orang berbeda--beda pengalaman ketertarikannya. Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut berubah, saya lebih memilih buku berdasarkan ketertarikan dari judul-judul buku. Dan belakangan ini, keduanya menjadi daya tarik bagi saya, baik judul maupun cover buku yang akan saya pilih untuk saya baca.

Pertemuan ke-22 KBMN ini akan membahas tentang "Membuat Cover Buku yang Menarik" dengan narasumber yaitu bapak Fajar Tri Laksono, M.Pd. dan dimoderatori oleh ibu Helwiyah, S.Pd., MM. Karena pertemuan ini berlangsung menggunakan Zoom Meet, pemaparan materi menjadi lebih menarik dan lebih intraktif. Narasumber dengan sabar membimbing kami saat kami mencoba mempraktikkan beberapa cara penggunaan AI. Narasumber mengajarkan kami cara membuat cover menggunakan AI agar lebih menarik dan lebih menggambarkan isi buku.




Sebenarnya, ketertarikan saya untuk pertemuan ini muncul saat saya membaca flyer pertemuan ke-22 yang dibagikan Tim TSO pada whatsapp group kami. Dalam flyer tersebut tertulis sebagai berikut:

Pernahkah saat  menatap halaman depan buku, kita dibuat takjub dan terpesona. Seolah berjuta asa dan rasa terserap oleh keindahan cover. Sapuan latar belakang yang menggelitik hingga tergerak untuk mencari tahu apa isi di dalamnya. 

Imajinasi kita menari-nari, terbawa semakin kuat untuk menjelajahi lembar demi lembar isi buku tersebut.  

Melalui cover buku yang menarik, Pembaca semakin Penasaran

Cover buku adalah pintu gerbang pertama ke dunia cerita yang luar biasa. 
Dengan desain yang menarik, pembaca akan lebih tertarik untuk membuka buku dan memulai petualangan kisah yang tertuang.

Kita akan menjelajahi langkah-langkah kunci untuk menciptakan cover buku yang memikat dan dapat menarik perhatian pembaca.

Sebelum masuk pada pembahasan materi, berikut profil dari narasumber.


Saat narasumber memperkenalkan dirinya dan segudang prestasi membanggakan, beliau menyampaikan kalimat sangat yang sangat menarik, "Guru juara sejati adalah guru yang mampu menjadikan guru-guru lainnya menjadi juara."

Berikut adalah rekam prestasi dan dedikasi beliau di dunia pendidikan.



Narasumber membuka pertemuan dengan membagikan cerita pengalaman saat menerima seorang penulis yang meminta bantuan untuk membuatkan cover buku. Hal ini sering terjadi karena biasanya para penulis ini tidak diberi kesempatan untuk mendesain atau merequest cover bukunya sendiri sehingga mereka sering sekali kecewa dengan cover buku yang diberikan oleh para penerbit buku.

Narasumber mengatakan, Desain cover buku dapat menjadi daya Tarik sendiri bagi buku karya kita agar dapat diterima oleh para pembaca.

Desain grafis

Narasumber mengawali semuanya dari kesukaannya pada desain grafis. Beliau mengatakan, banyak tugas guru yang dapat terbantu apabila dapat menguasai disain grafis seperti yang dialami narasumber. Narasumber sangat menggemari desain grafis sejak duduk di sekolah dasar, kegemarannya yang terus diasah ini sangat membantunya saat menjalani tugasnya sebagai guru selama 15 tahun. 

Berikut adalah karya beliau sebelum ada AI yaitu karya yang dibuat menggunakan desain grafis menggunakan berbagai software atau aplikasi seperti photoshop atau software desain professional lainnya.


Kita harus bisa menguasai software olah grafis seperti beberapa contoh desain cover di atas.

Pada pertemuan ini kita mempelajari cara membuat ilustrasi untuk cover bab-bab yang akan kita buat di buku kita kelak atau membuat cover buku anak karya kita sendiri.


Membuat Cover Buku

Saat ini seiring perkembangan kemajuan teknologi, AI hadir untuk mempermudah pembuatan cover buku. Perkembangan AI pertengahan tahun ini, AI dapat membalas text yang kita kirimkan dengan video.

Berikut adalah cara membuat cover buku dengan menggunakan AI melalui aplikasi BING.

Kita tinggal memasukkan saja perintah promt, maka kita sudah bisa memperoleh tayangan gambar atau video yang kita inginkan. Yang saat ini akan kita buat adalah menggunakan text untuk dibalas AI dengan gambar, bukan text dibalas text (GPT).

Missal, masukkan text “bagaimana cara gajah mendapatkan rumput”

  • Ambillah buku yang sedang dalam proses pembuatan.
  • Buka aplikasi BING. Bing adalah aplikasi AI yang dikembangkan oleh Microsoft. Bing memungkinkan kita untuk membuat apapun termasuk salah satunya membuat ilustrasi desain grafis. Kita bisa menggunakan aplikasi microsof office 365 di laptop kita menggunakan email. Bing memiliki co-pilot untuk membantu. Bing bisa digunakan di smartphone dengan cara install dari Appstore (daftar di Bing Ai >>> www.bing.com >>> pilih Bing Chat, lalu daftar) atau bisa juga menggunakan www.freepik.com sama seperti BING AI tetapi berbahasa inggris.
  • Masuk ke copilot pilih designer
  • Lalu silahkan masukkan perintahnya sesuai gambar yang kita inginkan (prompt/kata kunci dari gambar yang kita inginkan)

Contoh :

“gambar karikatur realistic anak laki-laki usia 14 tahun memakai baju perang ala gladiator memiliki jubah panjangmembawa pedang menancap di tanahlatar belakang di planet merkurius terihat bulan di belakang anak tersebut ada Bintang bertebaran suasana malam hari
  • Kemudian klik krim

Jika warna kulit tidak sama, maka berarti kata kerja kita tidak lengkap. Kita tidak memasukkan warna kulit yang kita inginkan
  • Hasilnya seperti ini

Yang terpenting dalam pembuatan cover menggunakan AI ini syaratnya adalah berlatih kosa kata untuk membuat kata kunci atau prompt. Semakin spesifik lengkap dan jelas akan semakin baik. Apabila kita merasa tidak cocok, masih bisa direvisi. Amati hasil untuk dipilih mana yang lebih sempurna dan estetik.

Saat membuat gambar menggunakan AI ini, maka apakah lisensi gambar yg kita generate itu menjadi milik kita? Jawabannya adalah ya, karena kita telah dianggap sebagai kontributor gambar AI untuk dapat kita jual di berbagai aplikasi yang menerima gambar seperti “freepict”

Semangat terus untuk berkarya, demikianlah pesan terakhir narasumber untuk mengakhiri pertemuan ini.

Narasumber menyampaikan materi yang sangat bermanfaat sekali. Jika dapat saya simpulkan saat ini penulis sudah sangat terbantu dengan majunya teknologi. Jika semua kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik, maka seharusnya tidak ada lagi kendala teknis yang akan menghambat para penulis untuk terus berkarya.

Demikian materi yang diberikan oleh narasumber pada pertemuan ke-22 ini. Semoga semua ilmu yang telah dibagikan cuma-cuma oleh beliau ini dapat menambah wawasan sebagai penulis pemula dan menggerakkan kita untuk mulai menulis. 

(Sumber: Materi Narasumber, Bapak Fajar Tri Laksono, M.Pd.  dalam Kelas Belajar Menulis KBMN PGRI Gelombang 31)


Terima kasih.

Nancy Olivia, M.Pd

Resume-21 Mempermudah Penulis Menulis Bersama Penerbit Mayor (Jumat, 5 Juli 2024-KBMN31)

 


Materi            : Mempermudah Penulis Menulis Bersama Penerbit Mayor

Narasumber   : Dwinita Andriastuti

Moderator     : Lely Suryani, S.Pd. SD


Salam dan bahagia.

Pertemuan ke-21 ini masih berkaitan dengan materi pada pertemuan ke-20 lalu. Narasumber yang akan memberi materi pun merupakan pakar penerbit mayor, yaitu Ibu Dwinita Andriastuti. Beliau adalah seorang Product Manager di Penerbit ANDI. Luar biasa, kita mendapat banyak ilmu langsung dari pakarnya. Berikut adalah profil dari narasumber istimewa pertemuan ke 21 KBMN PGRI kali ini.


Ibu Dwinita, didampingi oleh moderator yang tidak asing lagi yaitu ibu Lely Suryani, mengajak para peserta KBMN-31 melihat lebih dalam dunia literasi dengan lebih mudah dan menyenangkan.


Narasumber membuka pertemuan dengan memberikan dua pertanyaan. Setelah kedua pertanyaan pemantik direspon dengan para peserta, narasumber menyampaikan bahwa dalam sebuah proses penulisan naskah, ada banyak faktor yang membuat sebuah naskah untuk;
  • diterima penerbit atau tidak
  • sekedar diterima terbit atau akan menjadi best seller
Karena sekedar terbit atau menjadi best seller adalah dua hal yang berbeda.

Tentu saja naskah yang paling diminati penerbit adalah naskah yang paling potensial untuk menjadi best seller.
Penerbit akan memilih naskah yang memiliki potensi dan kepastian market terbesar, itulah yang akan dipilih penerbit.

Jadi, bagaimana caranya menulis naskah jenis ini? 
  • Pahami bidang atau minat yang paling potensial dari diri kita untuk dikembangkan menjadi tulisan.
  • Baca buku dan referensi sebanyak-banyaknya tentang apa yang akan kita tulis
  • Dari semua buku, referensi atau bacaan yang pernah kita baca tersebut, temukanlah sebuah hal atau gagasan baru yang jauh lebih menarik dari buku-buku yang sudah kita baca.
  • Bahkan jika perlu, libatkan orang lain untuk membaca dan mengomentari/ memberi masukan atas naskah kita.
  • Pelajari pola perkembangan masyarakat kita saat ini, agar naskah kita tetap relevan sesuai jamannya (jika naskah fiksi), dan sesuai update keilmuan terkini (jika buku teks/pelajaran).
  • Jaga semangat, konsistensi serta komitmen dalam penulisan naskah.
  • Amati potensi pasar yang ada terhadap tema yang hendak kita tulis, apakah cukup besar?
  • Jika ternyata potensinya kecil, lebih baik kita mencari tema lain, karena saat ini buku hanya bisa diterima penerbit dan menjadi best seller jika memiliki potensi dan kepastian pasar yang besar.
  • Hindari menulis dengan subjektif, kembangkan objektifitas kita sebagai penulis sekaligus pembeca.
Narasumber menyampaikan pesan, menulislah sebaik-baiknya dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, menulislah untuk berjuang agar buku kita tidak hanya sekedar diterbitkan namun lebih dari itu berusahalah agar buku kita dapat menjadi best seller.

Berikut adalah beberapa hal penting dalam pemaparan narasumber mengenai topik pertemuan ini.

 Tahapan termudah dalam proses penulisan.

Tahap penyusunan naskah:
  1. Tentukan tema dan judul
  2. buat daftar isi
  3. buat sinopsis
  4. mulailah menulis
  5. libatkan pembaca
Selain tema dan judul, daftar isi juga berperan penting dalam sebuah proses penulisan naskah, karena daftar isi merupakan alur dasar yang menjaga isi dan konsistensi naskah kita dari awal sampai akhir.

Sekarang, coba renungkan, apakah menurut kita menulis itu sulit? bagian mana yang paling sulit?
  • Apakah menentukan potensi pasar?
  • Apakah mencari masukan/feedback dari sisi pembaca?
  • Apakah justru yang tersulit adalah mendapatkan moderasi langsung dari penerbit dalam menulis naskah?
Jika pertanyaan-pertanyaan tadi yang menghambat proses penulisan kita, maka inilah jawaban yang dibuat Penerbit Andi untuk kita.




Benefit bergabung di Platform Andi Writing Club


Dan selain kemudahan yang disebutkan di atas, di Andi Writing Club juga merupakan tempat bertemu dan terbentuknya komunitas penulis maupun komunitas pembaca yang akan sangat berguna bagi kita sebagai penulis.


Berikut adalah link Tutorial Panduan Pengguna Andi Writting Club di youtube : https://youtu.be/446d6GESYmc?si=mSTzMmuIM4Tuoi1v

Panduannya untuk mempermudah menggunakan Andi Writing Club : https://andiwritingclub.com/guide

Naskah dengan viewers dan komentar positif yang tinggi pasti akan segera mendapat perhatian penerbit untuk dipertimbangkan penerbitannya menjadi buku, karena dari banyaknya pembaca/viewers sedikit banyak akan memberikan gambaran penerbit tentang potensi naskah tersebut secara umum.

Dalam penutupannya, narasumber memberikan tambahan informasi bahwa untuk saat ini Andi Writting Club belum tersedia di playstore, namun untuk pemakaian sudah dibuat fleksible untuk tampilan di PC desktop/laptop maupun versi smartphone.

Menulislah sebaik yg kita bisa
Sebaik kita ingin dikenang melalui karya-karya terbaik kita kelak (Dwinita Andriastuti).

Menarik sekali materi pertemuan kali ini, selain mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana agar kita dapat menulis di penerbit mayor, kita juga mendapatkan informasi tentang Andi Writting Club.

Demikian materi yang diberikan oleh narasumber pada pertemuan ke-21 ini. Semoga semua ilmu yang telah dibagikan cuma-cuma oleh beliau ini dapat menambah wawasan sebagai penulis pemula dan menggerakkan kita untuk mulai menulis. 
(Sumber: Materi Narasumber, Ibu Dwinita Andriastuti dalam Kelas Belajar Menulis KBMN PGRI Gelombang 31)


Terima kasih.

Nancy Olivia, M.Pd

Resume 20 Menjadi Penulis Buku Mayor (Rabu, 3 Juli 2024-KBMN31)

 

Materi            : Menjadi Penulis Buku Mayor

Narasumber   : Joko Irawan Mumpuni

Moderator     : Ahmad Soleh (menggantikan Bapak Dail Ma'ruf)


Salam dan bahagia.

Mimpi bagi para penghobi kegiatan menulis adalah suatu hari kelak, tulisan-tulisannya dapat dijadikan buku. Tidak hanya cukup dengan dijadikan buku saja, penyempurna mimpinya adalah dapat melejitkan bukunya tersebut melalui penerbit Mayor. Pertanyaannya, mimpi tersebut dapat terwujud nyata dengan tantangan yang harus ditempuh seperti salah satunya adalah rumitnya tingkat seleksi. 

Narasumber pada pertemuan ini membagikan ilmunya dengan cuma-cuma, sehingga diharapkan tidak ada lagi penulis yang menjadi ciut nyalinya atau padam semangatnya yang semula berapi-api. Bapak Joko Irawan Mumpuni, sang narasumber merupakan pakar dan direktur penerbit Mayor.  Beliau akan didampingi oleh moderator pertemuan ini, Bapak Ahmad Soleh, S.Pd., Gr..

Bapak Joko dalam pertemuan ini akan menjawab pertanyaan besar para penulis pemula yaitu "Bagaimana pertimbangan Penerbit Mayor dalam menerima naskah untuk diterima dan diterbitkan dari penulis?".

Berikut paparan beliau untuk jawaban pertanyaan tersebut dan beberapa hal penting lainnya yang tentu saja sangat bermanfaat untuk disimak.

Penerbit adalah industri kreatif yang berorentasi pada profit. Di dalam penerbit ada sumber daya manusia yang kreatif sebagai pendukungnya, yaitu: penulis, editor, layouter, Ilustrator dan desain grafis.


Menerbitkan buku sesungguhnya merupakan kegiatan penyebaran/menjaual ilmu pengetahuan. Diawali dengan kosep Marketing 1.0 hingga marketing 5.0. seperti dalam gambar berikut.


Marketing 5.0

Marketing 5.0 adalah aplikasi teknologi yang meniru manusia untuk menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan meningkatkan nilai di seluruh perjalanan pelanggan.

Pemasaran 5.0 disebut juga teknologi berikutnya, yang merupakan sekelompok teknologi yang vertujuan untuk meniru kemampuan pemasar manusia. AI, NLP, sensor, robotika, augment reality (AR), virtual reality (VR), IoT, dan blockchain. Kombinasi dari teknologi adalah pengaktifan Marketing 5.0.

Saat ini, dengan kemajuan teknologi ini, format buku apa yang masih dibeli orang? berikut beberapa hasil surveinya, silahkan cermati angka-angka dalam grafik hasil survei.





Sekarang kita akan mengetahui jenis kelompok produk buku buku apa saja yang ada dipasaran. Penulis bisa memilih sesuai minatnya, tetapi yang perlu menjadi pertimbangan adalah siapa pembaca utamanya. Jika tidak ada calon pembaca sebaiknya tidak usah ditulis. Kategori-kategori produk buku di pasaran dibagi menjadi sebagai berikut tergambar seperti sirip ikan.:



Setelah penulis berhasil menulis buku yang diterima oleh penerbit mayor, penulis akan memperoleh hal hal sebagai berikut:


  • Peningkatan finansial
    • Royalti
    • Diskon pembelian langsung
    • Seminar/ mengajar
  • Peningkatan karier
    • Aadanya kebutuhan peningkatan status jabatan
    • Peluang karier di institusi atau perusahaan
  • Kebutuhan batin
    • Buku sebagai karya monumental yang akan dikenang sepanjang masa
  • Reputasi
    • Buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya.

Oleh karenanya agar buku yang kita tulis dapat diterima penerbit mayor, maka kita harus memiliki cara berfikir tidak hanya 5W + 1 H, tetapi 2H, H yang kedua adalah How Much
Much
. Seperti dalam gambar berikut ini, karena sudah terstruktur dan mayor, maka ketika kita menerbitkan buku di penerbit mayor nanti secara otomatis sudah memiliki ISBN. Tugas penerbit akan melakukan sorting naskah yang dikirimkan oleh para penulis buku, kemudian mengkaji dan riset naskah itu, hingga memasarkannya ke jaringan toko buku yang dimilikinya.


Berbeda dengan Penerbit Indie dan Self Publishing yang tidak melakukan fungsi industri. Berikut ini adalah system penilaian naskah yang ada di Penerbit Mayor:


Berikut adalah naskah seperti apa yang diterima Penerbit Mayor:


Hanya kiri Bawah saja (warna merah) yang sudah pasti tidak diterima.

Untuk menentukan apakah tema buku tersebut punya pasar atau tidak kita dapat menggnakan Google Trend dengan langkah-langkah sebagai berikut:


Misal apakah buku dengan tema Batu Akik masih laku?


Ternyata hasilnya adalah tema batu akik sudah ketinggalan jaman. Coba lihat tema tema lain berikut ini:




Tema buku seperti PEMASARAN hasilnya sangat baik, pasarnya stabil.
.

bagaimana dengan tema matematika?


Ternyata hasilnya juga sangat baik.

Sedangkan untuk melihat apakah penulis popular atau tidak dapat memakai Google Scholar Sebagai berikut:



Perhatikan berapa jumlah sitasinya, semakin besar semakin baik. 

Selanjutnya berikut adalah contoh-contoh buku yang telah terbit:


Perhatikan gambar berikut ini.


Sekarang bagaimana pengaruhnya dengan adanya Kecerdasan Buatan?


Contoh pemanfaatan AI bagi guru.


Dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen didapatkan table sebagai berikut:



Kemudian kita masukkan prompt sebagai berikut:


Maka hasilnya akan seperti ini:


Bagaimana ChatGPT digunakan untuk membantu penulis. Misal penulis adalah dosen, maka penulis tersebut bisa membuat prompt sebagai berikut:


maka penulis sudah dibantu untuk mendapatkan daftar isi dengan begitu cepatnya.


Buku-buku referensi yang dibutuhkan pun dapat dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Penulis juga bisa meminta tolong ChatGPT untuk melakukan paraphrase agar hasil tulisannya tidak sama dengan sumber aslinya.


Berikut adalah gambar-gambar hasil AI yang sangat mengagumkan.


Gambar 1 adalah gabungan antara binantang gajah dan semut, gambar kedua dalah gabungan binatang domba dan babi, sedangkan gambar ketiga adalah gabungan antara anjing, babi dan  buaya.  Itu semua dibuat dengan bantuan AI.

Gambar-gambar berikut ini juga tidak kalah mengagumkan.


Berikut adalah model bisnis penerbitan yang ada.


Jika disederhanakan akan menjadi:


Berikut adalah proses dari naskah sampai men

Pilihlah penerbit yang memiliki ciri ciri kebaikan sebagai berikut:
  • Memiliki visi dan misi yang je;as
  • Memiliki Bussiness core lini produk tertentu
  • Pengalaman penerbit
  • Jaringan pemasarna
  • Memiliki percetakan sendiri
  • Keberanian mencetak jumlah eksemplar
  • Kejujuran dalam pembayaran royalti
Jangan terjebak memilih penerbit yang memiliki ciri ciri berikut ini:

Ciri-ciri penerbit yang harus diwaspadai
  • Hanya bertindak sebagai broker naskah
  • Alamat tidak jelas
  • Tidak ada dokumen perjanjian penerbit yang baik
  • Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri
  • Tidak memiliki percetakan sendiri
  • Prosentase Royalti tidak wajar
  • Laporan keuangan tidak jelas
Demikianlah paparan lengkap narasumber mengenai bagaimana menjadi penulis di penerbit Mayor. Narasumber menutup paparannya dengan memberikan beberapa quote sebagai berikut.




Berikut rangkuman jawaban narasumber dari beberapa pertanyaan.
  • Untuk menerbitkan buku di penerbit mayor pada umumnya kita terkendala dg biaya yg cukup tinggi, adakah penerbit mayor yg terjangkau dg keterbatasan dana kita? 
    • Justru bagi yang nggak punya dana pilihlah penerbit Mayor seperti Penerbit ANDI, karena penulis tidak akan diminta membayar sepeserpun, sebaliknya penulis akan mendapatkan royalty. namun naskah  persainganyya  sangat ketat. contoh dipenerbit ANDI tiap bulan naskah yang masuk sekitar 400 sementara yang diterima hnaya 50 naskah saja.
  • Bagaimana langkah untuk menerbitkan modul ajar untuk sekolah?





  • Bagaimana langkah untuk menerbitkan modul ajar untuk sekolah?
    • buku cetak masih laku terutama buku buku Pendidikan disekolah
  • Sebagai penulis yang belum pernah mengirim naskah ke penerbit mayor, apa yang harus dilakukan agar dapat bersaing dengan 400 naskah yang lain? Apa saja tipsnya?
    • Ikuti langkah2 yang saya berikan diawal tadi dan atau menggandeng penulis yang sudah melmiliki reputasi.
  • Setiap tahun penerbit andy menerbitkan berapa judul buku, dan bangaimana kuota setiap tema nya ?
    • Perbulan rata rata 60 sd 70 judul, tiap bulan redaksi rapat untuk  menentukan jumlah judul tiap genre dan itu selalu berubah.
  • Genre atau temanya tiap bulan apa saja pak?
    • Tiap genre diplih tema yang terbaik sesuai kouta hasil rapat manajemen


Menjadi penulis terbaik adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan dedikasi, latihan, dan ketekunan. Tidak ada jalan pintas untuk mencapai puncak kesuksesan, namun dengan kerja keras dan tekad yang kuat, siapapun dapat meraih mimpi mereka menjadi penulis yang luar biasa (Ahmad Soleh-Moderator).

Demikian materi yang diberikan oleh narasumber pada pertemuan ke-20 ini. Semoga semua ilmu yang telah dibagikan cuma-cuma oleh beliau ini dapat menambah wawasan sebagai penulis pemula dan menggerakkan kita untuk mulai menulis.

(Sumber: Materi Narasumber, Bapak Joko Irawan Mumpuni dalam Kelas Belajar Menulis KBMN PGRI Gelombang 31)

Terima kasih.

Nancy Olivia, M.Pd  

Resume-30 Teknik Promosi Buku (Rabu, 7 Agustus 2024-KBMN31)

  Materi            : Teknik Promosi Buku Narasumber   : Akbar Zainudin, MM., MNE., M.Pd. Moderator     :  Dyah Kusumaningrum, ST. Salam dan...